Ditinjau oleh: drg. Alexander Bryan
Pernah mendengar suara gigi anak saling bergesekan atau gigi gemertak saat ia tidur? Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai bruxism (sleep bruxism). Sering dianggap sepele, bruxism pada anak ternyata dapat berdampak pada kesehatan gigi, rahang, serta kualitas tidur si kecil jika berlangsung terus-menerus.
Untuk memahami risikonya sekaligus cara menanganinya dengan tepat, mari berkenalan lebih lanjut mengenai apa itu bruxism, ciri-cirinya, penyebab, bahaya, dan solusinya melalui artikel berikut ini!
Baca Juga: Transformasi Gigi dengan Invisalign: Before and After
Apa Itu Bruxism pada Anak?
Bruxism adalah istilah medis untuk kebiasaan menggertakkan gigi secara berulang saat sedang terbangun atau tidur. Pada anak, kondisi ini banyak terjadi saat mereka sedang terlelap. Si kecil akan menggesekkan deretan gigi rahang atas dan bawah secara berulang tanpa disadari, terutama saat tidur.
Menurut beberapa ahli, penyebab bruxism pada anak biasanya merupakan kombinasi dari beberapa faktor berikut:
- Perkembangan gigi dan rahang: Saat gigi baru tumbuh atau bergeser, anak mungkin menggertakan gigi untuk menyesuaikan perubahan tersebut.
- Stres atau kecemasan: Sama seperti orang dewasa, anak yang mengalami tekanan emosional dari rutinitas baru, sekolah, atau perubahan besar biasanya memiliki kebiasaan ini. Umumnya untuk melepaskan ketegangan.
- Gangguan tidur: Beberapa anak yang memiliki gangguan pernapasan saat tidur, seperti mendengkur atau sleep apnea, juga cenderung lebih sering menggertakkan gigi.
- Hambatan pernapasan: Rahang yang sempit dapat menyebabkan penyempitan jalan napas, sehingga pernapasan anak saat tidur menjadi kurang optimal dan memicu respons refleks seperti menggertakkan gigi.
- Faktor lainnya: Contohnya seperti gigi yang tidak rapi (maloklusi), kebiasaan buruk seperti mengisap jempol, atau kondisi media tertentu seperti ADHD.
Meskipun sering dianggap sebagai fase yang akan hilang seiring pertumbuhan, bruxism tetap perlu diperhatikan. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter jika frekuensi bruxism anak cukup tinggi atau mulai menimbulkan nyeri rahang, keausan gigi, dan gangguan tidur. Celakanya kadang bruxism ini sering tidak terdeteksi oleh orang tua anak.
Ciri-ciri Anak Mengalami Bruxism Saat Tidur
Gejala bruxism sering tidak langsung terlihat oleh si kecil karena terjadi tanpa disadari saat tidur. Sebagai orang tua, ada beberapa tanda khas yang bisa membantu mengenali bruxism lebih dini. Jadi, penanganan yang tepat bisa segera dilakukan.
1. Suara Gesekan Gigi (Grinding)
Suara gemeretak atau gesekan gigi yang jelas terdengar saat anak tidur adalah tanda paling umum dari bruxism. Bunyi ini sering cukup keras sehingga terdengar oleh orang lain di ruangan sebelah kamar anak.
2. Gigi Aus atau Retak pada Anak
Karena gigitan dan gesekan terjadi berulang-ulang, permukaan gigi anak bisa terlihat lebih datar, aus, atau bahkan retak. Padahal, sebelumnya tidak ada cedera. Ini merupakan tanda-tanda bahwa tekanan pada gigi telah berlangsung lama.
3. Keluhan Nyeri Rahang Saat Bangun Tidur
Anak tidak menyadari aktivitas bruxism, tetapi bisa bangun dengan rahang kaku atau terasa pegal di pagi hari. Hal ini disebabkan oleh kelelahan otot-otot rahang.
4. Tidur Gelisah & Gangguan Tidur Ringan
Bruxism sering berkaitan dengan gangguan tidur ringan, seperti terbangun, gelisah, atau tidur kurang nyenyak. Tidur yang tidak stabil pada anak ini bisa terlihat dari kebiasaan sering berguling atau sulit pulas.
Penyebab Anak Bruxism Saat Tidur
Bruxism muncul karena beberapa faktor fisik dan non-fisik. Penyebabnya tidak hanya satu hal saja, tapi juga melibatkan pertumbuhan gigi, emosi, serta kualitas tidur si kecil.
1. Malocclusion atau Susunan Gigi Anak yang Tidak Rata
Susunan gigi yang kurang rapi (maloklusi) dapat membuat gigitan tidak pas. Alhasil, rahang terus mencari posisi yang pas saat tidur. Karena tidak rata, gigi jadi saling bergesekan.
2. Pertumbuhan Rahang yang Tidak Seimbang
Saat gigi susu tanggal dan mulai digantikan gigi permanen, di situlah mulut dan rahang anak sedang berkembang. Perkembangan ini dapat memicu gerakan refleks dengan mengatupkan atau menggertakkan gigi sebagai respons terhadap ketidakstabilan struktur rahang dan susunan gigi di usia pertumbuhan.
3. Stres, Kecemasan, dan Kebiasaan Oral (Menggigit Benda)
Faktor emosional seperti stres, kecemasan, dan kebiasaan menggigit benda sering dikaitkan dengan bruxism. Ketika anak mengalami tekanan emosional atau ketegangan rahang, ia bisa tanpa sadar melepaskannya lewat aktivitas menggesekkan gigi atas dan bawah.
4. Gangguan Pernapasan atau Sleep Issue
Masalah pernapasan saat tidur, misalnya mendengkur atau sleep issue, memiliki hubungan kuat dengan bruxism pada anak. Kebiasaan ini dapat menyebabkan tubuh mengaktifkan otot rahang untuk membantu menjaga jalan napas tetap terbuka, sehingga memicu gigi saling bergesekan.
Apakah Bruxism pada Anak Berbahaya?
Walaupun banyak anak yang tidak mengalami masalah serius, kebiasaan bruxism bisa berdampak negatif pada kesehatan mulut dan kenyamanan tidurnya, seperti dampak berikut:
1. Gigi Lebih Cepat Aus & Sensitif
Aktivitas menggertakkan gigi secara terus-menerus bisa menyebabkan lapisan enamel terkikis. Gigi bisa lebih aus, pecah, atau jadi lebih sensitif terhadap makanan atau minuman panas dan dingin.
2. Nyeri Otot Rahang (TMJ Pain)
Tekanan berulang dari bruxism memberikan beban ekstra pada otot dan sendi rahang (TMJ Pain). Lama-kelamaan, anak bisa merasakan nyeri saat membuka mulut atau bahkan sakit kepala dan leher.
3. Risiko Gangguan Pertumbuhan Rahang
Meskipun bruxism bisa tumbuh dari kebiasaan ini, tekanan keras di area rahang dapat mengganggu fungsi sendi dan otot. Ini dapat menyebabkan masalah pertumbuhan struktur rahang bila tidak ditangani.
4. Potensi Masalah Susunan Gigi Permanen
Bruxism yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memperburuk ketidaksejajaran gigi dan memengaruhi perkembangan susunan gigi permanen. Kondisi ini dapat memengaruhi susunan gigi permanen dan membutuhkan perawatan ortodontik yang lebih kompleks nantinya.
Baca Juga: Apakah Anak Cocok Menggunakan Invisalign? Temukan Jawabannya Disini!
Apakah Invisalign Bisa Membantu Mengatasi Bruxism Anak?
Pada kondisi tertentu, terutama bila bruxism berkaitan dengan susunan gigi dan pertumbuhan rahang, Invisalign First dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari pendekatan perawatan yang komprehensif.
1. Invisalign Membantu Menyeimbangkan Pertumbuhan Rahang Anak
Invisalign First dirancang untuk mengarahkan pertumbuhan rahang dan posisi gigi sejak dini. Rahang yang lebih seimbang dapat mengurangi ketegangan otot, sehingga kebiasaan menggertakkan gigi berangsur menurun.
Dengan mengarahkan pertumbuhan rahang secara optimal, ruang orofasial dapat berkembang lebih seimbang, yang berpotensi mendukung pola pernapasan yang lebih baik saat tidur.
2. Aligner Invisalign Melindungi Gigi dari Aus
Aligner menutup permukaan gigi secara presisi. Fungsinya sebagai pelindung tipis saat anak tidur, sehingga gesekan langsung antar gigi dapat diminimalkan.
3. Perbaikan Susunan Gigi yang Menjadi Pemicu Bruxism
Maloklusi membuat otot rahang bekerja berlebihan dan memicu gerakan pada gigi atas dan bawah. Invisalign membantu meluruskan gigi secara bertahap, sehingga gigitan menjadi lebih stabil dan nyaman.
4. Invisalign Lebih Aman & Nyaman Dari Mouthguard Biasa
Invisalign First memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan mouthguard konvensional. Selain melindungi gigi, Invisalign dirancang untuk membantu mengarahkan susunan gigi dan pertumbuhan rahang secara bertahap.
5. Invisalign First untuk Anak Usia 6-10 Tahun
Invisalign First dirancang khusus untuk anak dengan gigi campuran (susu dan permanen). Jadi, masalah susunan gigi dan risiko menggertakkan gigi bisa ditangani lebih awal sebelum berkembang lebih serius. Periode ini juga menjadi masa emas untuk melakukan perawatan gigi dengan Invisalign First.
Keunggulan Invisalign Dibanding Mouthguard untuk Anak
Mouthguard memang mampu melindungi gigi. Tapi, Invisalign First untuk anak bisa melindungi sekaligus memberikan manfaat lebih menyeluruh bagi anak, yaitu
- Bisa memperbaiki susunan gigi, bukan hanya melindungi. Invisalign dirancang untuk mengoreksi susunan gigi dan gigitan secara bertahap.
- Lebih nyaman digunakan saat tidur. Aligner dari Invisalign tipis, pas di gigi, dan tidak bulky, jadi tidak akan mengganggu pernapasan atau posisi rahang anak.
- Aman untuk anak dengan gigi campuran. Invisalign dirancang untuk anak usia dini dengan kombinasi gigi susu dan gigi permanen. Aligner aman digunakan di masa pertumbuhan dan tidak menghambat perkembangan rahang.
- Bahan lebih lembut dan tidak mengiritasi mulut anak. Aligner Invisalign dibuat dari bahan termoplastik medis bebas BPA. Karakteristiknya halus dan minim risiko iritasi pada gusi atau jaringan mulut.
Kesimpulan
Bruxism pada anak bukan sekadar kebiasaan tidur, melainkan kondisi yang bisa memengaruhi kesehatan gigi dan rahang. Dengan pendekatan yang tepat, seperti Invisalign First, susunan gigi dan keseimbangan rahang anak dapat diarahkan sejak dini. Anak juga akan terbantu dalam mengurangi kebiasaan menggertakkan gigi secara bertahap dan aman.
Anak Anda menunjukkan tanda-tanda bruxism? Jangan ragu untuk mengambil langkah lebih awal!
Konsultasikan kondisi gigi dan rahang anak bersama dokter gigi Invisalign First di Dokgi Dental Clinic. Dapatkan evaluasi profesional dan solusi yang sesuai dengan fase tumbuh kembang anak.
Dengan evaluasi yang tepat, Invisalign First dapat membantu mendukung pertumbuhan gigi dan rahang anak secara lebih seimbang, sekaligus meminimalkan risiko dampak jangka panjang dari bruxism. Sehingga secara keseluruhan dapat meningkatkan kualitas hidup dan pertumbuhan dari anak.
Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda bruxism saat tidur, konsultasi sejak dini dengan dokter gigi berpengalaman sangat disarankan.
Dokgi Dental Clinic menyediakan layanan konsultasi Invisalign First dengan pendekatan ramah anak dan evaluasi menyeluruh sesuai fase tumbuh kembang.
Referensi:
- CHDP Dental Clinic. Why Does My 5 Year Old Grind His Teeth At Night? (Everything You Need To Know) | Retrieved from: https://www.cdhp.org/why-does-my-5-year-old-grind-his-teeth-at-night/
- Kids Dental. Bruxism is Teeth Grinding or Jaw Clenching in Children | Retrieved from: https://www.kidsdentalonline.com/dental-topics/bruxism-is-teeth-grinding-or-jaw-clenching-in-children/
- Nova Dental Office. Why Do Kids Grind Their Teeth At Night? | Pediatric Bruxism Explained | Retrieved from: https://www.novadentaloffice.com/post/why-do-kids-grind-their-teeth-at-night
- MDPI Open Access Journal. Sleep Bruxism in Children: Etiology, Diagnosis, and Treatment—A Literature Review | Retrieved from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8471284/
- Sleep Foundation. Teeth Grinding in Children | Retrieved from: https://www.sleepfoundation.org/bruxism/teeth-grinding-children