Ditinjau oleh: drg. Indriani Kusno, DipIClinDent (Orth), MSc Orth (UK)
Gigi maju pada anak biasanya terlihat ketika gigi depan atas tampak lebih menonjol atau berada lebih jauh di depan gigi bawah. Dalam istilah ortodonti, kondisi ini dapat berkaitan dengan peningkatan overjet, yaitu jarak horizontal antara gigi depan atas dan gigi depan bawah.
Namun, gigi anak yang terlihat maju tidak selalu disebabkan oleh posisi gigi saja. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan posisi gigi, hubungan rahang atas dan bawah, pola pertumbuhan wajah, kebiasaan oral tertentu, maupun kombinasi beberapa faktor.
Karena penyebabnya dapat berbeda pada setiap anak, pemeriksaan ortodonti diperlukan untuk mengetahui apakah kondisi tersebut cukup dipantau atau membutuhkan perawatan.
Apakah Gigi Maju pada Anak Bisa Dirapikan?
Bisa. Namun, cara merapikan gigi maju pada anak bergantung pada penyebab dan tahap perkembangan gigi serta rahangnya.
Gigi depan atas yang terlihat maju dapat berkaitan dengan posisi gigi yang terlalu ke depan, posisi gigi bawah yang relatif lebih ke belakang, atau hubungan rahang atas dan bawah yang tidak ideal. Karena itu, dokter perlu mengevaluasi gigi dan rahang secara keseluruhan sebelum menentukan perawatan.
Pada sebagian anak, dokter dapat merekomendasikan observasi terlebih dahulu. Pada anak lain, perawatan ortodonti dini dapat dipertimbangkan apabila terdapat masalah yang memang membutuhkan intervensi pada fase pertumbuhan tertentu.
Tujuan pemeriksaan bukan sekadar membuat gigi terlihat lebih lurus, tetapi memahami mengapa gigi anak terlihat maju dan apakah kondisi tersebut membutuhkan perawatan.
Apa Penyebab Gigi Anak Maju?
Ada beberapa faktor yang dapat berperan terhadap tampilan gigi maju pada anak.
1. Faktor Genetik dan Bentuk Rahang
Karakteristik bentuk dan ukuran rahang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Hubungan rahang atas dan bawah yang berbeda pada setiap anak dapat membuat gigi depan terlihat lebih menonjol.
Karena itu, dokter tidak hanya melihat posisi gigi, tetapi juga hubungan rahang dan pola pertumbuhan wajah ketika mengevaluasi gigi maju pada anak.
2. Kebiasaan Mengisap Jempol atau Dot Terlalu Lama
Kebiasaan mengisap jempol, jari, atau menggunakan dot dalam waktu lama dapat memberikan tekanan berulang pada gigi dan struktur di sekitarnya.
Kebiasaan non-nutritif yang menetap dapat berkaitan dengan perubahan oklusi, termasuk peningkatan overjet dan open bite. Karena pengaruhnya bergantung pada durasi, frekuensi, dan karakteristik kebiasaan, kondisi setiap anak tetap perlu dinilai secara individual.
3. Ketidakseimbangan Pertumbuhan Rahang
Pada sebagian anak, masalah bukan terutama berasal dari posisi gigi. Misalnya, rahang bawah yang relatif ke belakang atau hubungan pertumbuhan rahang atas dan bawah tertentu dapat membuat gigi depan atas tampak semakin maju.
Inilah alasan mengapa pemeriksaan ortodonti perlu mempertimbangkan gigi sekaligus rahang, bukan hanya melihat susuna gigi dari depan.
4. Posisi dan Ukuran Gigi
Ukuran gigi yang tidak sebanding dengan ruang pada lengkung rahang dapat memengaruhi susunan gigi. Gigi berjejal, kekurangan ruang, atau posisi gigi tertentu dapat muncul bersamaan dengan masalah gigitan sehingga perlu dievaluasi sebagai bagian dari keseluruhan kondisi ortodonti anak.
Baca Juga: Rahang Sempit Perlu Palatal Expander? Ini Penjelasan Dokter Gigi
Apa Risiko Gigi Maju pada Anak?
Tidak semua anak dengan gigi maju membutuhkan perawatan segera. Namun, semakin besar overjet pada gigi depan, semakin besar pula perhatian terhadap risiko trauma gigi.
Sebuah systematic review dan meta-analysis yang mencakup 41 studi menemukan bahwa peningkatan overjet berhubungan dengan odds trauma gigi yang lebih tinggi pada berbagai kelompok usia dan tahap perkembangan gigi. Pada anak dalam fase gigi campuran dan gigi permanen, overjet lebih dari 5 mm dikaitkan dengan peningkatan risiko trauma.
Selain risiko trauma, beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan antara lain:
- Hubungan gigitan yang kurang ideal, yang dapat memengaruhi fungsi menggigit dan mengunyah.
- Perkembangan hubungan gigi dan rahang, yang perlu dipantau selama anak tumbuh.
- Risiko trauma pada gigi depan, terutama pada anak dengan overjet yang cukup besar atau yang aktif secara fisik.
- Dampak psikososial, karena pada sebagian anak bentuk gigi yang sangat menonjol dapat memengaruhi rasa percaya diri.
Karena itu, evaluasi lebih awal dapat membantu dokter menentukan apakah kondisi cukup dipantau atau membutuhkan intervensi.
Merapikan Gigi Maju pada Anak, Apakah Harus Pakai Behel?
Tidak selalu.
Pilihan perawatan bergantung pada penyebab masalah, usia dan tahap perkembangan gigi, hubungan rahang, tingkat keparahan, serta tujuan perawatan.
Pada sebagian anak, dokter dapat merekomendasikan observasi pertumbuhan terlebih dahulu. Pada kondisi tertentu, perawatan ortodonti dini dapat dilakukan menggunakan alat ortodonti yang sesuai, termasuk alat lepasan, alat fungsional, behel tertentu, atau clear aligner pada kasus yang memenuhi kriteria.
Salah satu pilihan clear aligner untuk fase ortodonti dini adalah Invisalign First, yang dirancang khusus untuk anak dalam fase gigi campuran. Invisalign First ditujukan untuk anak sekitar 6-10 tahun dan dapat digunakan untuk berbagai masalah ortodonti, termasuk crowding, spacing, dan lengkung gigi yang sempit.
Dengan perencanaan yang disesuaikan, Invisalign First membantu dokter merancang pergerakan gigi secara lebih terarah sesuai kebutuhan setiap anak. Pemeriksaan awal dilakukan untuk menyusun treatment plan yang personal, sehingga perawatan dapat berlangsung lebih nyaman dan mendukung perkembangan senyum anak.
Bagaimana Invisalign First Membantu Perawatan Gigi Maju pada Anak?
Invisalign First merupakan clear aligner yang dirancang untuk Phase 1 orthodontic treatment, yaitu perawatan pada tahap perkembangan gigi ketika sebagian gigi susu masih berada di dalam mulut dan gigi permanen sedang tumbuh.
Tujuan perawatan fase ini tidak selalu sekadar meluruskan gigi. Pada kasus yang sesuai, perawatan dapat diarahkan untuk membantu mengatur posisi gigi, mengembangkan lengkung gigi, serta mengelola ruang untuk gigi permanen yang akan tumbuh.
Membantu Mengatur Posisi Gigi dan Lengkung Gigi
Aligner dibuat berdasarkan kondisi gigi anak dan dirancang untuk memberikan pergerakan gigi secara bertahap.
Penelitian pada mixed dentition menunjukkan bahwa clear aligner dapat memberikan perubahan dentoalveolar tertentu, termasuk pada pengembangan lengkung gigi. Namun, hasil pergerakan tidak selalu sama dengan simulasi yang direncanakan dan tingkat keberhasilannya dapat berbeda berdasarkan jenis gerakan, lokasi gigi, serta tahap pertumbuhan.
Karena itu, treatment plan tetap perlu disusun dan dipantau oleh dokter, terutama pada anak yang masih mengalami perubahan gigi dan rahang.
Aligner Transparan dan Dapat Dilepas
Salah satu hal pertimbangan orang tua dalam memilih Invisalign First adalah bentuknya yang transparan dan dapat dilepas.
Invisalign First dapat dilepas ketika makan dan ketika anak menyikat serta membersihkan gigi. Invisalign First juga dirancang agar lebih mudah digunakan pada anak yang masih berada dalam fase gigi campuran.
Namun, sifatnya yang dapat dilepas juga membuat kepatuhan anak menggunakan aligner sesuai instruksi dokter menjadi penting. Dukungan dan pengawasan orang tua dapat membantu menjaga kepatuhan selama perawatan.
Baca Juga: Apakah Anak Cocok Menggunakan Invisalign? Temukan Jawabannya di Sini
Kapan Anak Perlu Diperiksa untuk Gigi Maju?
Orang tua tidak perlu menunggu sampai seluruh gigi permanen anak tumbuh untuk melakukan pemeriksaan ortodonti.
American Association of Orthodontists (AAO) merekomendasikan pemeriksaan ortodonti pertama paling lambat pada usia 7 tahun. Pemeriksaan pada usia ini bukan berarti anak harus langsung menjalani perawatan, tetapi membantu dokter mengenali masalah yang sedang berkembang dan menentukan apakah perlu dilakukan observasi atau intervensi.
Pemeriksaan juga dapat dilakukan lebih awal apabila orang tua melihat hal yang mengkhawatirkan, misalnya:
- Gigi depan atas terlihat sangat maju.
- Gigi depan mudah terbentur atau pernah mengalami trauma.
- Anak kesulitan menggigit atau mengunyah.
- Posisi rahang atas dan bawah terlihat tidak seimbang.
- Gigi tumbuh berjejal atau tidak pada posisi yang seharusnya.
- Terdapat kebiasaan mengisap jempol atau jari yang masih berlangsung.
Setelah pemeriksaan, dokter dapat menentukan apakah anak membutuhkan perawatan sekarang, perlu menggunakan alat ortodonti tertentu, atau cukup menjalani pemantauan pertumbuhan secara berkala.
Bagaimana dengan Anak di Atas 10 Tahun?
Anak yang sudah lebih besar dapat menjalani perawatan ortodonti. Namun, jenis alat dan rencana perawatan akan disesuaikan dengan tahap perkembangan gigi, pertumbuhan rahang, serta kondisi ortodontinya.
Jadi, usia bukan satu-satunya penentu apakah anak dapat menjalani perawatan Invisalign. Diagnosis dan kebutuhan perawatan tetap menjadi pertimbangan utama.
Kenapa Memilih Invisalign First di DOKGI Dental Clinic?
Perawatan gigi maju pada anak membutuhkan lebih dari sekadar memilih alat ortodonti. Diagnosis, timing dan treatment planning menjadi bagian penting untuk menentukan arah perawatan.
Di DOKGI Dental Clinic, perawatan Invisalign First didukung oleh:
- Invisalign Diamond Provider, dengan pengalaman dalam menangani berbagai kasus Invisalign.
- Dokter Invisalign Specialist, telah tersertifikasi yang mengevaluasi kondisi gigi, gigitan, dan perkembangan gigi anak sebelum menentukan rencana perawatan.
- Perencanaan yang dipersonalisasi, karena karena penyebab dan tingkat keparahan gigi maju dapat berbeda pada setiap anak.
- Teknologi digital, yang mendukung proses pemeriksaan dan perencanaan gigi.
- Pemantauan selama perawatan, untuk mengevaluasi perkembangan gigi dan kesesuaian hasil dengan treatment plan.
Invisalign First sendiri bukan berarti setiap anak harus langsung menjalani perawatan. Yang lebih penting adalah mengetahui kapan perlu mulai, apa tujuan perawatannya, dan apakah clear aligner merupakan alat yang tepat untuk kondisi anak tersebut.
Konsultasikan kondisi gigi dan rahang anak di DOKGI Dental Clinic untuk mendapatkan evaluasi dan treatment plan yang disesuaikan dengan tahap pertumbuhan serta kebutuhan ortodontinya agar bisa memiliki senyum yang Anda impikan..
Referensi
- American Academy of Pediatric Dentistry. Management of the Developing Dentition and Occlusion in Pediatric Dentistry. The Reference Manual of Pediatric Dentistry, revisi 2024.
- American Association of Orthodontists. Orthodontic FAQs: When Should My Child Have the First Visit With an Orthodontist?
- Invisalign. Difference Between Phase 1 and Phase 2 Orthodontic Treatment.
- Invisalign. Invisalign First – Aligners for Kids.
- Arraj GP, Rossi-Fedele G, Doğramacı EJ. The association of overjet size and traumatic dental injuries—A systematic review and meta-analysis. Dental Traumatology. 2019;35(4–5):217–232.