Ditinjau oleh: drg. Indriani Kusno, DipIClinDent (Orth), MSc Orth (UK)
Pernah membuka mulut saat menguap atau menggigit makanan, lalu terdengar bunyi “klik” dari rahang? Bunyi clicking pada sendi rahang dapat terjadi saat rahang bergerak dalam aktivitas sehari-hari. Bunyi yang ditimbulkan pada umumnya tidak berbahaya namun jika sering terjadi dan menimbulkan rasa sakit bisa menandakan banyak hal.
Lalu, apa penyebabnya dan kapan kondisi ini perlu diperhatikan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apakah Sendi Rahang Bunyi Clicking Itu Berbahaya?
Tidak selalu. Bunyi klik pada sendi rahang atau Temporomandibular Joint (TMJ) dapat terjadi saat bagian-bagian di dalam sendi bergerak ketika mulut dibuka dan ditutup.
Menurut penelitian yang ditulis oleh Prof. Dr. M. Naeije (seorang peneliti dan profesor terkemuka di bidang fungsi rahang dan gangguan sendi rahang (Temporomandibular Disorders/TMD) dari Belanda) dan rekan-rekannya, bunyi klik yang tidak disertai nyeri atau keterbatasan gerakan rahang umumnya tidak memerlukan perawatan khusus.
Yang perlu diperhatikan adalah ketika clicking muncul bersama keluhan lain. Jadi, yang menjadi perhatian bukan bunyinya saja, melainkan gejala yang menyertainya.
Baca Juga: Rahang Anak Tidak Simetris: Penyebab, Ciri, dan Solusinya
Ciri-Ciri Sendi Rahang Clicking yang Perlu Diperiksa
Pertimbangkan pemeriksaan ke dokter gigi apabila bunyi clicking disertai:
- nyeri atau rasa ngilu pada area sendi rahang;
- sakit ketika mengunyah atau membuka mulut;
- rahang sulit dibuka lebar;
- rahang terasa terkunci saat membuka atau menutup mulut;
- gigitan terasa berbeda dari biasanya;
- nyeri yang terasa di wajah, sekitar telinga, kepala, atau leher.
Disarankan lakukan pemeriksaan jika terdapat nyeri rahang yang menetap atau seseorang tidak dapat membuka maupun menutup mulut secara penuh.
Penyebab Sendi Rahang Bunyi Clicking
Bunyi klik tidak selalu memiliki satu penyebab yang sama. Pemeriksaan diperlukan karena TMJ melibatkan sendi, diskus, ligamen, otot, serta gerakan rahang yang bekerja secara bersamaan.
1. Perubahan Gerakan Diskus pada Sendi Rahang
Di dalam area sendi rahang terdapat diskus atau disc yang membantu gerakan rahang berlangsung lebih halus. Pada sebagian kasus, posisi dan gerakan diskus dapat berubah sehingga menghasilkan bunyi klik ketika mulut dibuka atau ditutup.
Journal of Oral Rehabilitation menunjukkan bahwa disc displacement with reduction (pergeseran diskus sendi rahang yang kembali ke posisi semula saat mulut dibuka atau ditutup) cukup sering tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat bertahan stabil dalam jangka panjang.
2. Mengatupkan atau Menggemeretakkan Gigi
Kebiasaan mengatupkan gigi terlalu kuat atau menggertakkan gigi (bruxism) dapat membuat otot rahang bekerja lebih berat.
Pada sebagian orang, bruxism dapat berkaitan dengan otot rahang yang terasa tegang, sakit pada rahang, wajah atau leher, bahkan bunyi klik pada rahang.
3. Cedera pada Rahang
Benturan atau cedera dapat memengaruhi jaringan dan struktur sendi rahang sehingga menimbulkan bunyi clicking pada rahang. Trauma pada sendi juga merupakan salah satu faktor yang dapat berhubungan dengan gangguan TMJ.
4. Ketegangan Otot dan Kebiasaan Sehari-hari
Mengunyah permen karet terlalu lama, menggigit kuku, mengatupkan rahang dengan kencang saat berkonsentrasi, serta kebiasaan lain yang terus membebani rahang dapat berkontribusi dalam menimbulkan suara clicking pada rahang.
Tekanan emosional atau pikiran yang berat dapat membuat seseorang tanpa sadar mengencangkan otot rahang atau mengatupkan gigi. Akibatnya, rahang bisa terasa lebih tegang, pegal, atau nyeri, terutama saat bangun tidur atau setelah beraktivitas lama.
Cara Mengatasi Sendi Rahang Bunyi Clicking
Penanganan sendi rahang dengan bunyi clicking perlu disesuaikan dengan kondisi dan keluhan yang menyertainya. Langkah yang dilakukan dapat berbeda, tergantung apakah bunyi tersebut muncul tanpa keluhan lain atau disertai gangguan pada fungsi rahang.
Jika Tidak Disertai Nyeri
Bila hanya terdengar klik tanpa nyeri, rahang tidak terkunci, dan gerak mulut tetap normal, sering kali tidak dibutuhkan tindakan khusus. Anda dapat mulai dengan mengurangi kebiasaan yang memberi beban berlebihan pada rahang.
Jika Disertai Keluhan
Pada pasien dengan nyeri atau keterbatasan fungsi, segera hubungi dokter untuk mengevaluasi sendi, otot, pola gerakan rahang, kebiasaan seperti bruxism, serta kondisi gigi dan gigitan.
Untuk mengetahui pendekatan yang tersedia, Anda konsultasi ke DOKGI Dental Clinic yang menyediakan perawatan TMJ dan jaw pain agar bunyi pada rahang bisa diatasi dengan optimal sesuai arahan dokter.
Baca Juga: Aligner Gigi untuk Gigi Berantakan: Solusi Rapi Tanpa Behel
Apakah Invisalign Bisa Mengatasi Sendi Rahang Bunyi Clicking?
Bisa, namun bunyi sendi rahang tidak selalu berkaitan langsung dengan susunan gigi.
Invisalign merupakan perawatan ortodonti yang menggunakan aligner transparan untuk menggerakkan gigi secara bertahap. Perawatan ini dapat membantu memperbaiki susunan gigi dan kondisi gigitan tertentu.
Perubahan pada posisi gigi dan gigitan dapat memengaruhi cara gigi atas dan bawah bertemu saat rahang bergerak. Namun, hal ini berbeda dengan menangani gangguan pada sendi temporomandibular atau temporomandibular joint (TMJ) secara langsung.
Bunyi pada rahang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi pada sendi, otot, maupun pola pergerakan rahang. Oleh karena itu, perlu adanya peninjauan terlebih dahulu sebelum memulai perawatan.
Jika bunyi disertai keluhan lain atau mengganggu fungsi rahang, pemeriksaan oleh dokter gigi diperlukan untuk mengetahui penyebabnya. Dengan begitu, dokter dapat menentukan apakah perawatan ortodonti seperti Invisalign memiliki peran dalam rencana perawatan atau diperlukan pendekatan lain terlebih dahulu.
Konsultasikan Kondisi Gigi dan Rahang Anda dengan Invisalign Specialist di DOKGI
Bunyi klik pada rahang tanpa rasa sakit belum tentu berbahaya. Namun, jika clicking mulai disertai nyeri, rahang terkunci, sulit membuka mulut, atau fungsi mengunyah terganggu, pemeriksaan dini dapat membantu mengetahui penyebab serta perawatan yang sesuai dengan kondisi tersebut.
Di DOKGI Dental Clinic, kondisi rahang dan gigitan dapat dievaluasi terlebih dahulu sebelum menentukan perawatan yang sesuai. Jika ditemukan masalah susunan gigi atau gigitan yang memerlukan perawatan ortodonti, dokter dapat menilai apakah Invisalign menjadi pilihan yang tepat untuk kondisi Anda.
Untuk mengetahui apakah Invisalign sesuai dengan kondisi gigi dan rahang Anda, lakukan konsultasi Invisalign bersama Invisalign Specialist di DOKGI. Dokter akan membantu menentukan rencana perawatan berdasarkan hasil pemeriksaan sehingga perawatan yang diberikan bisa optimal.
Referensi
- Mayo Clinic. TMJ disorders – Symptoms and causes.
- Naeije M, et al. Disc displacement within the human temporomandibular joint: a systematic review of a “noisy annoyance”. Journal of Oral Rehabilitation. 2013.
- Sicilia L, et al. Impact of Clear Aligners on the Temporomandibular Joint: A Systematic Review. Orthodontics & Craniofacial Research. 2026.
- Mayo Clinic. Teeth grinding (bruxism) – Symptoms and causes.
- Conservative versus Invasive Approaches in Temporomandibular Disc Displacement: A Systematic Review of Randomized Controlled Clinical Trials. Dentistry Journal. 2024.