Ditinjau oleh: drg. Nadia Safira
Pertumbuhan rahang berperan penting dalam membentuk susunan gigi, hubungan gigitan, serta profil wajah anak. Jika pertumbuhan rahang atas dan bawah tidak seimbang, kondisi tersebut dapat memengaruhi posisi gigi, cara menggigit, dan keseimbangan wajah.
Namun, tidak semua gigi yang tumbuh berjejal atau wajah yang tampak tidak simetris menandakan kelainan pertumbuhan rahang. Pemeriksaan diperlukan untuk membedakan variasi pertumbuhan yang normal dengan kondisi yang membutuhkan penanganan.
Lalu, apa saja ciri pertumbuhan rahang anak tidak normal, apa penyebabnya, dan kapan anak perlu diperiksa? Berikut penjelasannya.
Apa yang Dimaksud dengan Pertumbuhan Rahang Anak Tidak Normal?
Pertumbuhan rahang anak tidak normal merujuk pada kondisi ketika ukuran, posisi, atau pola pertumbuhan rahang atas dan bawah menyebabkan hubungan rahang yang tidak ideal.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan rahang bawah yang relatif lebih maju, rahang atas yang kurang berkembang, ketidakseimbangan pertumbuhan kedua rahang, atau penyempitan lengkung rahang.
Dampaknya dapat terlihat pada susunan gigi dan hubungan gigitan, seperti overbite, underbite, open bite, atau crossbite. Tingkat keparahannya berbeda pada setiap anak, sehingga diagnosis tidak dapat ditentukan hanya dari tampilan wajah atau posisi gigi.
Apa Saja Ciri Pertumbuhan Rahang Anak Tidak Normal?
Ciri pertumbuhan rahang yang tidak normal dapat terlihat dari bentuk wajah hingga posisi gigi anak. Beberapa tanda berikut dapat menjadi alasan bagi orang tua untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
1. Rahang Anak Terlihat Tidak Simetris
Rahang yang tampak tidak simetris dapat membuat dagu terlihat bergeser ke satu sisi atau wajah tampak berbeda antara sisi kanan dan kiri.
Pada sebagian anak, pergeseran rahang bawah ketika menggigit (functional shift) dapat membuat posisi dagu terlihat tidak simetris. Namun, asimetri juga dapat dipengaruhi oleh variasi pertumbuhan normal atau faktor lain.
Jika perbedaan terlihat semakin jelas atau disertai gigitan yang tidak seimbang, pemeriksaan dapat membantu mengetahui penyebabnya.
2. Rahang Bawah Anak Terlihat Terlalu Maju
Rahang bawah yang relatif lebih maju dapat membuat dagu terlihat menonjol dan gigi bawah berada di depan gigi atas saat anak menggigit. Kondisi ini dapat berkaitan dengan underbite atau maloklusi Kelas III.
Penyebabnya dapat berasal dari posisi gigi, hubungan tulang rahang, atau kombinasi keduanya. Dokter perlu membedakan faktor-faktor tersebut sebelum menentukan perawatan.
3. Rahang Atas atau Gigi Depan Atas Terlihat Terlalu Maju
Gigi depan atas yang tampak jauh lebih maju daripada gigi bawah dapat berkaitan dengan overjet yang berlebihan. Kondisi ini tidak selalu berarti rahang atas tumbuh terlalu maju karena posisi gigi dan hubungan kedua rahang juga berpengaruh.
Pemeriksaan ortodonti membantu menilai sumber masalah serta risiko trauma pada gigi depan, terutama jika anak sering terjatuh atau aktif berolahraga.
4. Lengkung Rahang Anak Terlihat Sempit
Lengkung rahang yang sempit dapat membatasi ruang bagi gigi dan berkaitan dengan kondisi seperti crossbite atau gigi berjejal.
Dokter akan mengevaluasi lebar lengkung gigi, hubungan gigitan, dan perkembangan rahang untuk mengetahui apakah diperlukan pemantauan atau perawatan.
5. Gigi Anak Tumbuh Berjejal atau Tidak Mendapat Ruang yang Cukup
Gigi berjejal (crowding) terjadi ketika ruang yang tersedia tidak cukup untuk menampung gigi secara teratur. Akibatnya, gigi dapat tumbuh bertumpuk, berputar, atau berada di luar lengkung gigi.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan ukuran gigi, ukuran lengkung rahang, pola erupsi, atau kombinasi beberapa faktor. Karena itu, gigi berjejal tidak otomatis menandakan kelainan pertumbuhan rahang.
Baca Juga: Rahang Anak Tidak Simetris: Penyebab, Ciri, dan Solusi Invisalign
Apa Penyebab Pertumbuhan Rahang Anak Tidak Normal?
1. Faktor Genetik dan Pola Pertumbuhan Wajah
Faktor genetik berperan dalam menentukan ukuran, bentuk, dan pola pertumbuhan rahang anak. Karakteristik rahang yang diwariskan dari orang tua dapat memengaruhi hubungan antara rahang atas dan bawah.
Meski demikian, pola pertumbuhan tidak ditentukan oleh satu faktor saja. Pemeriksaan tetap diperlukan untuk memahami kondisi setiap anak.
2. Kebiasaan Oral pada Masa Pertumbuhan
Kebiasaan seperti mengisap ibu jari atau menggunakan empeng dalam durasi dan intensitas yang tinggi dapat memengaruhi posisi gigi serta perkembangan lengkung gigi.
Dampaknya bergantung pada jenis kebiasaan, seberapa sering dilakukan, berapa lama berlangsung, dan tahap pertumbuhan anak. Kebiasaan tersebut tidak selalu menyebabkan kelainan pertumbuhan tulang rahang.
3. Gigi Susu Hilang Terlalu Dini
Gigi susu yang hilang terlalu dini dapat membuat gigi di sekitarnya bergeser ke ruang yang tersedia. Akibatnya, ruang untuk gigi permanen yang akan tumbuh dapat berkurang.
Kondisi ini terutama memengaruhi pengaturan ruang dan susunan gigi, sehingga tidak selalu berarti terdapat kelainan pertumbuhan rahang.
4. Gangguan Erupsi dan Susunan Gigi
Gigi permanen yang tumbuh miring, terlambat muncul, atau tidak memiliki ruang yang cukup dapat memengaruhi susunan gigi dan hubungan gigitan.
Dokter dapat mengevaluasi jalur erupsi dan ruang yang tersedia untuk menentukan apakah kondisi tersebut masih dalam batas perkembangan normal atau memerlukan penanganan.
5. Ketidakseimbangan Pertumbuhan Rahang Atas dan Rahang Bawah
Perbedaan ukuran atau arah pertumbuhan rahang atas dan bawah dapat menyebabkan ketidaksesuaian hubungan rahang. Contohnya, rahang bawah yang relatif lebih maju dapat berkaitan dengan underbite, sedangkan ketidaksesuaian lainnya dapat berkontribusi terhadap jenis maloklusi yang berbeda.
Kondisi ini perlu dibedakan dari masalah yang terutama berasal dari posisi gigi karena pendekatan perawatannya dapat berbeda.
Apa Dampak Pertumbuhan Rahang Anak yang Tidak Normal?
Dampaknya bergantung pada jenis dan tingkat keparahan masalah. Beberapa kondisi yang mungkin muncul meliputi:
1. Susunan Gigi Menjadi Berjejal
Ruang rahang yang terbatas dapat membuat gigi permanen tumbuh berdesakan atau bertumpuk. Kondisi ini dapat menyulitkan proses pembersihan gigi dan meningkatkan risiko masalah kesehatan gigi.
2. Gigitan Tidak Bertemu dengan Baik
Ketidaksesuaian posisi gigi atau rahang dapat menyebabkan overbite, underbite, open bite, atau crossbite. Kondisi ini dapat memengaruhi cara gigi bertemu ketika anak menggigit.
3. Anak Mengalami Kesulitan Mengunyah
Masalah pada hubungan rahang dan gigitan dapat memengaruhi cara anak menggigit serta mengunyah makanan. Anak dapat merasa kurang nyaman saat menggunakan sisi tertentu untuk mengunyah.
4. Perubahan Profil dan Simetri Wajah
Posisi dan pertumbuhan rahang dapat memengaruhi profil wajah serta posisi dagu. Perubahan ini perlu dinilai berdasarkan tahap pertumbuhan anak karena bentuk wajah juga mengalami perubahan alami seiring bertambahnya usia.
5. Kebutuhan Perawatan yang Lebih Kompleks
Beberapa masalah ortodonti dapat berubah seiring pertumbuhan. Evaluasi lebih awal membantu dokter menentukan apakah kondisi cukup dipantau atau perlu ditangani selama masa pertumbuhan.
Namun, tidak semua kelainan akan semakin parah jika tidak langsung dirawat. Perkembangan dan kebutuhan perawatan bergantung pada jenis masalah masing-masing anak.
Kapan Anak dengan Pertumbuhan Rahang Tidak Normal Perlu Diperiksa?
1. Ketika Orang Tua Melihat Perubahan Bentuk Rahang atau Wajah
Perubahan posisi dagu, wajah yang terlihat tidak simetris, atau profil yang tampak berbeda dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan. Dokter dapat membantu mengevaluasi penyebabnya.
2. Ketika Gigitan Anak Terlihat Tidak Normal
Perhatikan apakah gigi atas dan bawah dapat bertemu dengan baik saat anak menggigit. Posisi gigi yang terlalu maju, terlalu mundur, atau tidak bertemu dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan ortodonti.
3. Ketika Gigi Permanen Tumbuh Berjejal
Gigi permanen yang tumbuh berdesakan dapat menunjukkan ruang yang tersedia pada rahang yang terbatas. Pemeriksaan membantu menilai perkembangan lengkung gigi dan kemungkinan kebutuhan perawatan ortodontik.
4. Ketika Anak Masih Berada dalam Masa Pertumbuhan
American Association of Orthodontists merekomendasikan pemeriksaan ortodonti pertama paling lambat sekitar usia 7 tahun. Pada tahap ini, dokter dapat mengevaluasi perkembangan gigi dan rahang serta menentukan apakah diperlukan pemantauan atau intervensi lebih awal.
Pemeriksaan pada usia tersebut tidak berarti anak harus langsung menjalani perawatan. Jika belum ada indikasi, dokter dapat menyarankan pemantauan berkala sesuai perkembangan anak.
Baca Juga: Mendengkur pada Anak: Penyebab, Tanda Bahaya, dan Kaitannya dengan Rahang
Bagaimana Dokter Menilai Pertumbuhan Rahang Anak?
Dokter akan menilai pertumbuhan rahang melalui pemeriksaan kondisi wajah, gigi, gigitan, serta tahap perkembangan anak. Hasil evaluasi membantu membedakan masalah yang terutama berasal dari posisi gigi dengan masalah yang melibatkan hubungan tulang rahang.
1. Pemeriksaan Wajah dan Profil
Dokter akan mengamati bentuk wajah dari depan dan samping untuk melihat proporsi wajah, posisi dagu, profil, dan kemungkinan asimetri serta hubungan rahang. Temuan ini tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari evaluasi keseluruhan.
2. Pemeriksaan Gigi dan Gigitan
Dokter memeriksa Posisi gigi serta hubungan gigi atas dan bawah ketika anak menggigit. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi maloklusi seperti overbite, underbite, open bite, atau crossbite.
3. Evaluasi Tahap Pertumbuhan dan Pergantian Gigi
Dokter akan melihat usia, tahap pertumbuhan wajah, serta proses pergantian gigi susu ke gigi permanen. Informasi tersebut membantu menentukan apakah perkembangan rahang dan gigi berjalan sesuai dengan tahap pertumbuhan anak.
4. Pemeriksaan Penunjang Bila Diperlukan
Jika ada indikasi, dokter dapat merekomendasikan foto rontgen atau pemeriksaan penunjang lainnya untuk mengevaluasi posisi gigi dan hubungan rahang secara lebih detail.
Tidak semua anak membutuhkan seluruh jenis pemeriksaan. Pemeriksaan penunjang dipilih berdasarkan temuan klinis dan kebutuhan diagnosis.
Apakah Pertumbuhan Rahang Anak yang Tidak Normal Bisa Diperbaiki?
Banyak masalah hubungan gigi dan rahang dapat ditangani, tetapi pilihan perawatannya bergantung pada diagnosis.
Konsultasi ortodontik sebaiknya dilakukan paling lambat sekitar usia 7 tahun untuk membantu mendeteksi masalah sejak dini. Namun, setiap anak memiliki kondisi yang berbeda sehingga kebutuhan yang diperlukan pun berbeda.
Sebagian anak cukup hanya dengan pemantauan pertumbuhan, sementara anak lain dapat membutuhkan intervensi ortodontik selama masa pertumbuhan.
Apakah Invisalign First Bisa Membantu Pertumbuhan Rahang Anak?
Invisalign First merupakan sistem clear aligner yang dirancang untuk perawatan ortodonti pada anak dalam fase gigi campuran. Sistem ini dapat membantu mengatur posisi gigi dan memperluas lengkung gigi pada kasus tertentu.
Namun, Invisalign First tidak dapat dianggap sebagai solusi untuk semua kelainan pertumbuhan rahang. Kemampuannya bergantung pada jenis masalah, kebutuhan pergerakan gigi, dan tingkat keparahan kondisi.
Mengenal Invisalign First untuk Anak yang Sedang Tumbuh
Invisalign First dapat dipertimbangkan untuk menangani masalah tertentu, seperti gigi berjejal, celah antargigi, dan beberapa kondisi lengkung gigi yang sempit.
Perawatan direncanakan berdasarkan kondisi gigi dan gigitan anak. Dokter juga perlu mempertimbangkan tahap pertumbuhan serta kesiapan anak untuk menggunakan aligner sesuai instruksi.
Invisalign First Bukan Berarti Semua Masalah Rahang Bisa Ditangani dengan Aligner
Fungsi kerja utama aligner adalah pengaturan posisi gigi dan tidak dapat menggantikan seluruh jenis perawatan untuk kelainan pertumbuhan rahang. Dokter perlu menilai kondisi tulang, hubungan rahang, pola pertumbuhan, serta kebutuhan perawatan anak terlebih dahulu.
Apa yang Perlu Dievaluasi Sebelum Anak Menggunakan Invisalign First?
Dokter dapat mengevaluasi kondisi gigi, gigitan, ruang pada lengkung gigi, serta tahap pertumbuhan anak sebelum menentukan penggunaan Invisalign First. Hasil pemeriksaan membantu memastikan apakah perawatan tersebut sesuai dengan kebutuhan anak.
Pertumbuhan Rahang Anak Tidak Normal? Konsultasikan Kondisinya di Dokgi Dental Clinic
Pertumbuhan rahang anak perlu dipantau agar masalah pada susunan gigi, gigitan, dan bentuk wajah dapat diketahui sejak dini. Dokgi Dental Clinic dapat membantu mengevaluasi kondisi anak dan menentukan pilihan perawatan yang sesuai.
Konsultasikan Invisalign First di Dokgi Dental Clinic dan dapatkan perencanaan perawatan yang tepat, mulai dari tahap pemeriksaan hingga eksekusi untuk mendukung hasil yang optimal.
Sumber:
- Medical News Today. What to know about facial asymmetry.
- Nationwide Children’s Hospital. Jaw Abnormalities.
- Riley Hospital for Children at Indiana University Health. Jaw Deformities.
- Zhou et al. (2024). Expert consensus on pediatric orthodontic therapies of malocclusions in children. International Journal of Oral Science, 16(1), 32.